Senin, 06 Mei 2013

Kampanye Anti Kekerasan Anak, Tanggung Jawab Pemerintah Mana?

Kampanye Anti Kekerasan Anak, Tanggung Jawab Pemerintah Mana?
Dalam kurun 10 tahun terakhir angka kekerasan pada anak, kekerasan pada rumah tangga semakin meningkat tiap tahunnya. Hal utama apa yang menyebabkan terus meningkatnya angka kekerasan ini, apakah hukum yang kurang tegas yang tidak membuat takut para pelaku atau memang sudah berkurangnya faktor agama pada diri pelaku karena tuntutan kehidupan. Apalagi baru-baru ini telah terungkap kasus perbudakan yang dilkukan kepada 30 lebih buruh di daerah Tangerang. Lalu timbul pertanyaan, dimana hati nurani para pelakunya ya! Dengan santai dan mudah menyiksa, memerintah seenaknya, dan mungkin juga pada saat artikel ini ditulis masih terjadi penyiksaan dan kekerasan. Lalu tanggung jawab pemerintah mana? Apa sebatas memantau dan menyerahkan semua proses hukum kepada pihak kepolisian, menunggu pelaku diproses hukum pasti nanti beritanya akan hilang dengan sendirinya. Gampang banget kalau begitu! Seolah-olah pemerintah tutup mata dengan semua kasus kekerasan yang terjadi.

Seharusnya pemerintah berkaca dengan semua kejadian kekerasan yang terjadi yang bisa menimpa siapa saja tanpa terkecuali. Dengan melakukan kampanye anti kekerasan anak, kampanye anti KDRT dan lainnya. Kita bisa berkaca dari langkah-langkah pemerintah Spanyol dalam mengkampanyekan anti kekerasan. Pemerintah Spanyol memanfaatkan billboard, spanduk, reklame sebagai wadah informasi bagi masyarakat akan kampanye anti kekerasan pada anak. Kita bisa melihatnya pada gambar dibawah ini.


Kampanye Anti Kekerasan Anak, Tanggung Jawab Pemerintah Mana? 
Poster ini di pampang di berbagai lokasi strategis dan mudah dilihat

Kampanye Anti Kekerasan Anak, Tanggung Jawab Pemerintah Mana?
Pesan Pada Poster : Jika Seseorang Melukaimu, Hubungi Kami Dan Kami Akan Membantu
Kampanye Anti Kekerasan Anak, Tanggung Jawab Pemerintah Mana?
Ukuran Pada Poster Ini Bisa juga Dilihat Dengan Jelas Oleh Anak Usia 10 Tahun


Tetapi sepertinya selama saya mengikuti berita tentang kekerasan pada anak, rumah tangga dan lainnya. Tidak ada inisiatif dari pemerintah bagaimana mengkampanyekan anti kekerasan secara gencar dan terus menerus dengan tujuan menekan angka kekerasan dan penyiksaan. Dari billboard itu terlihat jelas sekali pesan, no telepon dan siapa yang seharusnya dihubungi ketika kita atau orang-orang disekitar mengalami hal tersebut. Di Jakarta terdapat ratusan reklame, billboard ataupun spanduk tetapi tidak adakah yang isinya mengkampanyekan anti kekerasan. Yang ada hanya berisi kampanye pemilu, pilkada dan brands produk suatu perusahaan.

Semoga tulisan pada kumpulan artikel di blog ini bisa memberikan pencerahan kepada Pemerintah agar bisa memanfaatkan cara pemerintah Spanyol dalam memerangi kekerasan. Karena saya juga sangat setuju dengan cara pemerintah Spanyol mengkampanyekan anti kekerasan anak menggunakan billboard agar semua mengetahui, tua dan muda, orang dewasa dan anak kecil bisa mengetahui informasi tersebut.

Sumber : Dailymail
Load disqus comments

0 komentar