Kamis, 16 Mei 2013

Harga Perumahan Di Ibukota Mahal, Cari Alternatif Lain

Harga Perumahan Di Ibukota Mahal, Cari Alternatif Lain
Harga Perumahan Di Ibukota Mahal, Cari Alternatif Lain - Dari dulu kita ketahui jika properti perumahan adalah jenis investasi yang menjanjikan. Karena nilai properti tidak akan pernah turun, malah akan terus naik. Contoh adalah perumahan, banyak developer yang berlomba-lomba membangun perumahan di Ibukota Jakarta karena melihat prospek yang cukup menggiurkan. Walaupun perekonomian Indonesia sebenarnya dibilang masih belum stabil, tapi fakta daya beli dan pendapatan rakyat meningkat. Inilah yang membuat para investor asing melirik Indonesia sebagai ladang subur dalam segi properti.

Tapi, dengan berkembangnya perumahaan ini juga diiringi dengan masalah pada harga perumahan itu sendiri. Mayoritas harga rumah di Ibukota sangat mahal dan bisa naik kapanpun. Pada akhirnya orang banyak memilih perumahaan di pesisir Ibukota sebagai alternatif lain karena tingginya harga jual rumah di ibukota. Satu contoh kompleks perumahaan karawang Galuh Mas yang berada di pusat kota Karawang menjadi alternatif lain karena dari segi harga masih bisa terjangkau oleh peminat yang berada pada kelas ekonomi menengah. Daerah seperti Depok, Bekasi, Karawang, Cikarang sudah menjadi lokasi perumahan dengan harga yang memadai. Ini dilihat dari jumlah unit perumahaan di setiap daerah tersebut laris manis dibeli orang penduduk yang mayoritas memiliki aktifitas atau bekerja di ibukota Jakarta.

Ingin berinvestasi atau menggunakannya sebagai tempat tinggal, perumahaan di pesisir Jakarta saat ini telah menjadi primadona. Hal ini juga secara tidak langsung membantu pemerintah pusat dalam mengurangi jumlah penduduk di Jakarta, karena telah menghuni lokasi tempat tinggal di luar Jakarta. Apartemen dan rusun juga sebenarnya menjadi alternatif selain perumahan, tetapi lagi-lagi harga dan susahnya bersosialisasi jika menetap di kedua jenis properti tersebut masih menjadi kendala orang-orang masih kurang berminat.
Load disqus comments

0 komentar