Jumat, 16 Desember 2016

Bertarung Melawan Rokok Elektrik atau Vaping

Bertarung Melawan Rokok Elektrik atau Vaping

Di Indonesia sendiri, Vape atau Vaping mulai di gandrungi anak muda pada tahun 2013an. Di Amerika vape sudah mulai disosialisasikan pada tahun 2010 untuk memerangi rokok tembakau selama beberapa dekade terakhir.

Tapi, pada akhirnya vaping menjadi ancaman yang adiktif dan berbahaya. Komentar ini dikeluarkan oleh US Surgeon General Vivek Murthy, MD, MB (sumber : mensfitness.com) yang menganggap bahwa vape telah salah sasaran karena banyak anak remaja dibawah usia 18 tahun telah menjadi pecandu aktif vaping. Inilah yang dinilai oleh para pakar kesehatan sebagai musuh baru dalam memerangi tembakau, karena mereka harus mengeluarkan peraturan untuk para penjual tidak menjual vape kepada anak dibawah umur.

Studi lanjutan yang dilakukan universitas Harvard mengenai vaping sangat mengejutkan. Bahan Pirazin yang menjadi campuran pada bahan liquid atau cairan vape merupakan bahan kimia yang memungkinkan pengguna susah untuk berhenti menggunakan vaping. Ini juga yang menjadi pertimbangan, jika vape lebih berbahaya dari tembakau dinilai dari sisi kecanduannya.

Pengguna Vaping

image from google
Kalau dilihat dari sisi positif dan negatifnya, saya rasa masih banyak negatifnya. Kenapa? Karena pengguna di Indonesia sendiri awalnya adalah perokok berat. Dan mereka tidak serta merta meninggalkan rokok tembakau setelah menjadi pengguna vaping aktif. Dalam 1 hari saja para pengguna masih menyimpan rokok tembakau sebanyak 1 bungkus. 

Sisi Positif Vaping :

  • Mengurangi konsumsi rokok tembakau
Sisi Negatif Vaping :

  • Mengetahui zat yang terkandung dalam cairan Liquid Vape :  Mengandung nikotin dan propilon glycol. Nikotin adalah zat yang terkandung di dalam rokok tembakau, sedangkan propilon glycol adalah zat yang mampu menyebabkan iritasi saat dihirup. Yang lebih Woooow, zat tersebut juga digunakan untuk pembuatan produk shampoo dan pengawet makanan serta pelarut obat-obatan. (sumber : doktersehat.com)
  • Berbahayanya Vaping pada system pernapasan, uap atau asap yag dihirup dapat menyebabkan serangan asma, sesak nafas dan batuk dalam kurun waktu tidak cepat tetapi lambat laun karrena efek sampingnya.
  • Adiksi atau kecanduan, zat yang terkandung di dalam cairan vape mengandung bahan kimi yang mampu memberikan efek kecanduan.
  • Luka fisik, Banyak sudah kejadian yang terjadi pada para pengguna vape di beberapa bagian Negara dunia. Rokok elektrik mereka meledak dan menyebabkan luka bakar yang cukup serius.


Rekaman Alat vape yang meledak



Load disqus comments

0 komentar